
Tentang Acara
Tanwir I Pemuda Muhammadiyah diselenggarakan di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta pada 19–21 Jumadil Awal 1446 H (21–23 November 2024 M), dengan tema “Kolaborasi Pemuda Negarawan Untuk Indonesia Maju”. Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Wapres RI Gibran Rakabuming Raka, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah menteri/pejabat lainnya.
Menyongsong Indonesia Maju: Sorotan Hasil Tanwir I Pemuda Muhammadiyah 2024
Jakarta, 21–23 November 2024
Pemuda Muhammadiyah baru saja menuntaskan salah satu agenda permusyawaratan terpentingnya, Tanwir I, yang berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta pada 19–21 Jumadil Awal 1446 H bertepatan dengan 21–23 November 2024 M. Mengusung tema “Kolaborasi Pemuda Negarawan Untuk Indonesia Maju”, forum ini menjadi wadah strategis bagi seluruh jajaran pimpinan Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia untuk menilai capaian, merumuskan arah kebijakan, dan menyusun rekomendasi bagi bangsa.
Acara ini istimewa karena dihadiri sederet tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Anggota DPR RI Rahayu Saraswati, dan Direktur Jenderal Haji dan Umroh Hilman Latief.
Empat Pilar Pemuda Negarawan
Sejak dilantik pasca Muktamar XVIII di Balikpapan (Februari 2023), kepengurusan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2023–2027 di bawah Ketua Umum Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Sekretaris Jenderal Najih Prastiyo mengusung visi Empat Pilar Pemuda Negarawan:
- Islam Berkemajuan — pandangan keagamaan yang memerangi keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan melalui semangat tajdid (pembaruan).
- Keilmuan — penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tetap berpijak pada nilai Pancasila, UUD 1945, dan budaya bangsa.
- Kewirausahaan Sosial — pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai jalan keluar dari jerat kemiskinan.
- Politik Kebangsaan — keterlibatan dalam politik sebagai ranah dakwah, berbasis nilai luhur (high politic), bukan politik pragmatis.
Capaian Selama 18 Bulan Terakhir
Laporan pelaksanaan program periode Februari 2023–November 2024 mencatat sejumlah pencapaian signifikan, di antaranya:
- Baitul Arqam Paripurna di Medan (1–5 Juli 2024) sebagai jenjang perkaderan tertinggi, diikuti 30 peserta terpilih se-Indonesia.
- Peluncuran dua buku pemikiran: “Fikih Pemilu: Pemuda Negarawan” (Februari 2024, di Gedung KPU RI) dan “Negarawan Muda”, karya Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.
- Pembentukan Pimpinan Istimewa Pemuda Muhammadiyah Wilayah Eropa dan Mediterania di Madrid, Spanyol (Mei 2024), sebagai langkah internasionalisasi organisasi.
- Dua kali Apel Akbar KOKAM: 25.000 personel di Stadion Manahan, Solo (September 2023), dan Apel Siaga 4.000 pasukan di Universitas Muhammadiyah Bandung.
- Pendampingan aktif kader-kader yang berkontestasi pada Pemilu 2024, hingga berhasil mengantarkan sejumlah kader duduk di kursi legislatif DPR RI hingga DPRD.
- Konsolidasi organisasi: kini terdapat 35 Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, dengan 32 di antaranya telah menggelar Musyawarah Wilayah.
Meski demikian, laporan juga secara terbuka mengakui sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan resources jaringan, pemberdayaan kewirausahaan sosial kepemudaan, dan akses studi ke luar negeri.
Anggaran Rumah Tangga: Penyegaran Aturan Main Organisasi
Salah satu hasil penting Tanwir I adalah penetapan Anggaran Rumah Tangga (ART) baru yang menggantikan ART sebelumnya. Beberapa poin utama meliputi:
- Syarat anggota: WNI beragama Islam, laki-laki berusia 18–40 tahun, telah mengikuti pengkaderan dasar.
- Struktur organisasi berjenjang dari Ranting, Cabang, Cabang Istimewa (luar negeri), Daerah, Wilayah, hingga Pusat.
- Masa jabatan kepemimpinan berlangsung 4 tahun, dengan mekanisme reshuffle yang diatur ketat berdasarkan rekomendasi Tanwir atau Rapat Pimpinan.
- Ketentuan rinci mengenai Muktamar, Tanwir, Musyawarah tingkat wilayah hingga ranting, serta pengelolaan keuangan organisasi.
Modul Gerakan Negarawan Muda
Dokumen ini juga memuat modul strategis sebagai panduan implementatif, mencakup agenda:
- Penguatan kaderisasi dan pendidikan pemuda menuju insan kamil.
- Partisipasi politik kebangsaan, baik melalui jalur konvensional maupun advokasi.
- Kemandirian ekonomi pemuda, termasuk optimalisasi BUMDes.
- Praktik beragama yang inklusif dan progresif.
- Penguatan identitas Pancasila berbasis komunitas dan media digital.
- Pengembangan smart digital specialist dan smart digitalpreneur.
Rekomendasi Tanwir I: Suara untuk Lima Pemangku Kepentingan
Forum ini merumuskan rekomendasi yang ditujukan kepada lima pihak:
Kepada Pemuda Muhammadiyah — mempertegas jati diri Islam moderat dan rahmatan lil alamin, berinovasi dalam kaderisasi, serta memperkuat diplomasi internasional lewat jaringan Pimpinan Cabang Istimewa.
Kepada Muhammadiyah — menjaga tata kelola amal usaha yang bersih dari oligarki, mengutamakan kader Persyarikatan dalam rekrutmen, serta memperkuat dakwah digital.
Kepada Pemerintah — memastikan akses pendidikan dan kesehatan berkualitas, transparansi anggaran negara, keberlanjutan program bantuan sosial tepat sasaran, dan percepatan transformasi digital.
Kepada Dunia Internasional — meningkatkan mitigasi krisis kesehatan global, keseriusan mengatasi perubahan iklim, regulasi etis untuk kecerdasan buatan (AI), serta mendorong solusi dua negara dalam mengakhiri konflik Israel-Palestina.
Penutup
Dalam kata pengantarnya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan bahwa Tanwir bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah pengambilan keputusan kolektif yang berorientasi pada kemajuan organisasi dan kebermaknaan bagi umat, masyarakat, dan negara. Hasil-hasil Tanwir I ini kini menjadi pedoman resmi bagi seluruh jajaran Pemuda Muhammadiyah dalam menjalankan program kerja hingga periode kepemimpinan berikutnya.
Sumber: Buku Tanfidz Tanwir I Pemuda Muhammadiyah Tahun 2024, diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
